Headlines News :

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

PENGUNJUNG

DIRGAHAYU KORPS MARINIR YANG KE 67 TAHUN

Selasa, 06 November 2012

Indonesia Bakal Miliki Frigate Inggris


London – Indonesia bakal memiliki tiga kapal perang canggih jenis multi role light Frigate dari Inggris. Dengan tambahan kapal ini, TNI kini memiliki alutsista yang bisa diandalkan untuk menjaga setiap jengkal wilayah NKRI dari ancaman musuh. Tiga Frigate itu dibeli Indonesia sebesar 20% dari harga jual.


“Inggris mendukung penuh upaya Indonesia menjaga keamanan dan memperkuat pertahanan,” kata Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro kepada Investor Daily di London, Jumat (2/11).

Sehari sebelumnya, Menhan Indonesia dan koleganya Menhan Inggris Philip Hammond menandatangani nota kesepahaman bidang pertahanan di kediaman Perdana Menteri Inggris David Cameron di Downing Street No 10, London, Inggris.

Penandatanganan itu disaksikan oleh Perdana Menteri (PM) Inggris David Cameron dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nota kesepahaman itu merupakan sinyal semangat dan keinginan kedua pihak untuk mengembangkan kerja sama keamanan dan pertahanan di masa akan datang. Kerja sama Indonesia-Inggris telah dimulai sejak 1997 saat keduanya berjanji untuk mempererat kerja sama.

Kapal multi role light Frigate yang akan dibeli dari Inggris, kata Purnomo, awalnya hendak dibeli Brunei Darussalam. Namun, negara kecil itu kemudian membatalkan pembelian dengan alasan tidak terlalu dibutuhkan. “Kita beruntung bisa membeli Frigate itu karena harganya hanya 20% dari harga jual kepada Brunei,” kata Purnomo.
© Investor Daily

Rabu, 24 Oktober 2012

KSAL Puas dengan Hasil Tes Rudal Koleksi Indonesia





Surabaya - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno menyatakan puas dengan hasil uji coba beberapa peralatan tempur dan senjata strategis. Uji coba itu dilakukan saat

latihan Armada Jaya ke-31 di Perairan Kawasan Indonesia Timur, 9-22 Oktober 2012.

Ditemui usai upacara penutupan latihan perang Armada Jaya 2012 di Koarmatim, Surabaya, Selasa (23/10), KSAL menegaskan, kegiatan latihan perang tahunan berskala besar tersebut berlangsung sukses, kendati ada beberapa kekurangan yang masih perlu disempurnakan.

"Tadinya kami ingin mencoba empat senjata strategis baru, tetapi sasaran terbatas. Apalagi satu kapal yang disiapkan sebagai sasaran langsung tenggelam hanya sekali tembakan rudal sehingga tiga senjata lainnya tidak jadi digunakan," katanya.

Adapun senjata strategis yang rencananya diujicobakan dalam latihan tersebut, antara Rudal Yakhont, Excocet MM-40 dan Rudal C-802 dari kapal atas air.

Selain itu, juga ada senjata Torpedo SUT (Surface and Underwater Target) dari kapal selam dan kapal perang atas air dengan sasaran permukaan.


"Nanti pada latihan AJ (Armada Jaya) berikutnya, senjata-senjata itu kita uji coba lagi. Yang jelas, saya puas dengan latihan AJ yang berlangsung sukses sesuai rencana, baik secara materiil maupun prosedur," tambah Laksamana TNI Soeparno.

Suparno meyakini hasil latihan menjadi salah satu indikasi bahwa TNI AL siap melaksanakan tugas mengamankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari masuknya intervensi pihak asing.

"Latihan AJ ini juga sebagai persiapan menghadapi Latihan Gabungan TNI yang berlangsung pada November mendatang. Hal-hal yang kurang sempurna di AJ, akan kami sempurnakan di Latgab nanti," ujarnya.
© Republika, garuda militer

Jumat, 19 Oktober 2012

KRI Teuku Umar 385: Korvet Class Parchim


kri-teuku-umar-385.jpg
KRI Teuku Umar 385 adalah kapal perang Indonesia dari jenis Korvet Class Parchim yang merupakan kapal bekas Angkatan Laut Jerman Timur pada akhir tahun 70-an. Kapal ini dibeli oleh pemerintah indonesia pada tahun 1993, dan memperkuat jajaran Armada TNI AL dengan menyandang nama KRI Teuku Umar nomer lambung 385, nama kapal ini diambil dari seorang Pahlawan Kemerdekaan yang berasal dari Kesultanan Aceh yaitu Teuku Umar.
Kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam diperairan dangkal sehingga cocok untuk beroperasi di perairan indonesia yang banyak memiliki garis pantai panjang. KRI Teuku Umar 385 tergabung dalam jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat ( Koarmabar ).
kri-teuku-umar.jpg
KRI Teuku Umar 385 sedang menembakan roket RBU-6000 ( Roket Anti Kapal Selam )
Spesifikasi KRI Teuku Umar 385
Data Kapal
  • Berat benaman : 793 ton (standar), 854 ton (beban penuh)
  • Panjang : 75,2 meter
  • Lebar : 9,78 m
  • Draft : 2,65 m
  • Tenaga penggerak : 3 shaft M504 Diesel, 14.250 hp
  • Kecepatan : 24,7 knot
  • Jarak tempuh : 2.100 nm pada 14 knot
  • Awak kapal : 62 orang
Sonar dan Radar
  • Radar MR-302/Strut Curve
  • Radar kontrol tembakan MR-123 Vympel/Muff Cob
Persenjataan dan Elektronik
  • 2 x SA-N-5 SAM/Strela
  • 2 x 57 mm gun ( 1x2 )
  • 2x30mm gun ( 1x2 ) atau 1 x AK-630
  • 2 x RBU-6000 -peluncur roket anti kapal selam
  • 4 x 400 mm tabung torpedo
  • 60 x ranjau
  • Sonar MG-322T
  • Decoy PK-16 decol RL

KTBA (KENDARAAN TEMPUR BAWAH AIR) KOPASKA, 2 AWAK MADE IN INDONESIA


Kendaraan Tempur Bawah Air (KTBA) Kopaska Angkatan Laut sering di gunakan dalam tugasnya melaksanakan sabotase bawah air terhadap instalasi musuh. Dengan KTBA
buatan Sa...
tuan Komando Pasukan Katak Koarmatim ini maka personel pasukan katak bergerak secara senyap, mudah dan cepat menuju sasaran untuk menghancurkan instalasi tersebut.

KTBA yang merupakan hasil inovasi kreatif dan konstruktif serta kerja keras Satuan Komando Pasukan Katak Koarmatim. KTBA merupakan ide dan hasil karya Komandan Satpaska Koarmatim Letkol Laut (E) M . Faisal. Dasar pemikiran penciptaan.

KTBA berfungsi untuk meminimalkan faktor kesulitan yang tinggi yang diemban personel Kopaska saat menyelam dan berenang dengan jarak jauh menyusup ke daerah lawan dengan beban peralatan tempur yang cukup berat. KTBA yang panjangnya sekitar dua meter dan bobot 400 kg itu dilengkapi mesin pendorong Driver Propoltion Vehicle. Mesin itu biasa digunakan Kopaska, antara lain, sebagai alat pendorong waktu menyelam. Bentuknya memang mirip ikan hiu agar gerakannya lebih lincah.

Meski demikian, alat itu dapat digunakan di atas permukaan air dengan kecepatan tiga knot per jam dan juga bisa melaju di bawah permukaan dengan kecepatan empat knot per jam.

Untuk menjaga kerahasiaan, KTBA dilengkapi peralatan selam closed circuit sehingga tidak mengeluarkan gelembung-gelembung udara. Selain itu, KTBA dibuat dari bahan fiber glass sehingga sulit terdeteksi oleh sonar yang digunakan kapal perang.

Komandan Kopaska Letkol Laut (E) M. Faisal yang menciptakan kendaraan "aneh" bersama lima orang anak buahnya itu mengaku awalnya hanya coba-coba. Dia mengombinasikan teknologi kapal selam dengan ilmu penyelaman yang telah dia kuasai. Bahannya pun dari barang bekas, yaitu DPV yang sudah tidak digunakan lagi oleh Kopaska.

Kelebihan KTBA ala Kopaska selain mampu menyusup pantai musuh di kedalaman yang dangkal juga mampu mengangkut personel serta bahan peledak yang cukup banyak. "Awalnya memang hanya coba-coba. Saya desain saat saya masih di Kopaska Koarmabar di Jakarta dan baru bisa diteruskan setelah menjadi komandan Kopaska Armatim," tutur alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) 1987 angkatan 32 tersebut.

Menurut ayah dua anak kelahiran Palembang yang suka utak-atik peralatan elektronik itu, uji coba KTBA tersebut ternyata mendapat perhatian KSAL. "Sejak dibuat enam bulan lalu, Kopaska saat ini mempunyai tujuh unit."
Dia mengakui, karya ciptaannya awalnya hanya diuji coba di kolam renang. Dari hasil uji coba, alat tersebut ternyata bisa digunakan untuk menyelam. Besar volume kantong udara depan dan belakang dibuat sesuai dengan volume udara di pelampung sehingga kendaraan itu bisa diparkir di dasar laut.
 

Label 4

Label 5

Label 6

Label 11

Label 12

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Alutsista TNI Angakatan Laut - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger